Info Terkini

Perusahaan Semen Conch Ditutup Sementara

Rental Mobil Banjarmasin - Perusahaan semen Conch atau yang bernama PT Conch South Kalimantan Semen akhirnya direkomendasikan untuk tutup sementara oleh tim Panitia Khusus Conch yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong dalam Sidang Paripurna di Gedung Graha Sakata Mabuun, Tabalong. Penutupan perusahaan semen Conch Kalimantan Selatan didasari atas banyaknya ketidakberesan perusahaan tersebut. Seperti dilansir Kalsel.prokal.co, Ketua Pansus Conch, Kusnadi Uwis membeberkan tentang banyaknya catatan buruk yang didapati wakil rakyat sejak berdirinya perusahaan semen di Desa Saradang Kecamatan Haruai tersebut.

Perusahaan Semen Conch Kalsel

Secara ringkas, ada sembilan catatan buruk diantaranya adalah; dari pinjam pakai lahan, tenaga kerja lokal, penggunaan air permukaan, bahan baku batubara, analisis dampak lingkungan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pajak dan retribusi, angkutan semen, dana kepedulian sosial perusahaan (CSR) dan sumbangan pihak ketiga.

Diuraikan lebih lanjut, masalah pinjam pakai lahan bermasalah pada terbitnya surat dari Menteri Lingkungan Hidup (MLHK) Nomor 14/1/IPPKH/PMA/2015 tanggal 12 Agustus 2015 terkait areal tambang yang hanya 5,99 hektar, serta terbitnya surat Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan 14 Juni 2016 Nomor 522/403/Pola/Dishut tentang penghentian kegiatan pembukaan lahan di kawasan hutan. Namun arahan ke perusahaan tidak dilaksanakan.

Selebihnya, saat Pansus ke tambang ternyata lahannya sudah di luar kawasan yang disetujui. Parahnya, ada instansi pemerintah yang merestuinya, sehingga perlu dilakukan pertimbangan tambahan pinjam pakai lahan sesuai kebutuhan investasi.

Terkait masalah tenaga kerja, ada selisih data yang ada di kantor imigrasi dan perusahaan asal Tiongkok tersebut. Pada akhir tahun 2016 lalu di imigrasi tercatat sebanyak 151 warga asing bekerja di sana, dan perusahaan terdapat 129 orang.

Pun begitu, rekomendasi ditegaskan agar perusahaan bagi tenaga kerja asing yang tidak dapat mengalihkan teknologi agar dikurangi, serta penempatan tenaga kerja lokal atau asing agar memenuhi aturan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja. Selebihnya juga memprioritaskan tenaga kerja lokal, yang berdampak pada aktivitas perusahaan sesuai perjanjian semula.

Temuan berikutnya menyangkut angkutan batubara yang dilakukan sejumlah perusahaan ke Conch tidak berizin di Pemprov alias ilegal. Sehingga Conch diminta memenuhi ketentuan yang diatur UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Bagaimana dengan distribusi semen, dalam rekomendasi disebutkan, angkutan semen baik curah, sak dan cair melalui jalan nasional tidak sesuai regulasi pasal 19 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang jalan. “Hasil temuan di lapangan distributor pengangkut semen menggunakan kendaraan trailer dan mobil besar lainnya,” katanya.